Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Soal Latihan CPNS Bidan Tentang Kasus Beserta Pembahasannya

Hallo sahabat Bidan, selamat datang kembali di blog ujianmudah.com. Pada postingan kali ini akan dibahas soal-soal tentang kasus yang biasanya muncul pada saat ujian SKB CPNS Bidan.

Selamat Belajar.

1. NY. P umur 25 th, G1P0A0 hamil 35 minggu, datang ke BPM untuk memeriksakan kehamilannya, Hasil anamnesis: cemas menunggu persalinannya. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36°C, P 20 x/menit, TFU 32 cm, presentasi kepala, DJJ 140 x/menit. Pendidikan kesehatan apakah yang tepat pada kasus tersebut?
A. Adaptasi psikologi Trisemester 3
B. Teknik pernapasan
C. Tanda-tanda persalinan
D. Kebutuhan seksual
E. Penerimaan diri

Jawaban:
Adaptasi psikologi Trimester3
Pembahasan :
Adaptasi psikologi Trimester 3 karena pada seorang ibu hamil TM III akan mengalami perubahan psikologis terkait persalinannya akan merasakan cemas apakah persalinannya akan normal, apakah bayi yang dikandungnya mengalami kecacatan ataukah tidak.

2. Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada ibu hamil, umur 22 tahun GlP0A0 usia kehamilan 10 minggu dengan keluhan mual muntah di pagi hari sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan TD 110/80 mmHg, N 87 x/menit, S 36,5°C, P 22 x/menit, TFU belum teraba, HCG urin tes (+). Anjuran apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
A. Meningkatkan frekuensi makan makanan berlemak
B. Mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C
C. Menganjurkan makanan tinggi karbohidrat
D. Menghindari makanan yang terasa pedas
E. Makan sering dengan porsi kecil

Jawaban:
Makan sering dengan porsi kecil
Pembahasan :
Dengan makan sedikit dapat mengantisipasi kekurangan nutrisi karena mual yang dirasakan ibu.

soal latihan cpns bidan tentang kasus beserta pembahasannya

3. Seorang perempuan 30 tahun G1P0A0, hamil 34 minggu, datang ke puskesmas mengeluh adanya pengeluaran darah dari jalan lahir sejak 1 jam yang lalu. Hasil anamnesis: terasa nyeri pada abdomen, gerakan janin dirasakan berkurang. Hasil pemeriksaan TD 100/90 mmHg, N 100 x/menit, P 24 x/menit, TFU 34 cm, DJJ (+) kurang jelas, palpasi sulit dilakukan, ekstemitas bawah oedema, tampak bercak darah berwarna bergumpal berwarna hitam. Asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
A. Kolaborasi dengan dokter
B. Rujuk ke rumah sakit
C. Bedrest di puskesmas
D. Pemeriksaan USG
E. Pemasangan infus

Jawaban:
Rujuk ke rumah sakit
Pembahasan :
Tanda-tanda seperti pada kasus pada nomor soal tersebut mengarah pada solusio plasenta yaitu terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya dengan tanda dan gejala: perdarahan dengan nyeri intermiten atau menetap, warna darah kehitaman dan cair, tetapi mungkin ada bekuan jika solusio relatif baru, syok tidak sesuai dengan jumlah darah keluar (tersembunyi), anemia berat, gawat janin atau hilangnya denyut jantung janin, uterus tegang terus menerus dan nyeri: Pada kondisi demikian, tidak boleh ditatalaksana pada fasilitas kesehatan dasar, namun harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

4. NY D, umur 23 tahun, Gl P0A0, usia kehamilan 38 minggu, kala II di BPM ditemani suami, dengan keluhan mulas tak tertahankan. Hasil anamnesis: merasa haus, perasaan ingin BAB. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,7°C, P 1 DJJ 144x/menit, Kontraksi 4x/10'/45", kepala janin sudah tampak 5-6 cm di vulva.
Langkah apakah selanjutnya yang dilakukan pada kasus tersebut?
A. Memasang sarung tangan DTT
B. Memasukkan oksitosin 10 IU ke dalam spuit
C. Memfasilitasi ibu melakukan posisi meneran
D. Melibatkan pendamping untuk memberi minum
E. Memberitahu ibu bahwa perlu dilakukan episiotomi

Jawaban:
Memfasilitasi ibu melakukan posisi meneran
Pembahasan :
Posisi yang tepat akan, mempengaruhi kemampuan ibu untuk meneran. Seorang bidan hendaknya membiarkan ibu bersalin dan melahirkan memilih sendiri posisi persalinan yang diinginkannya dan bukan berdasarkan keinginan bidannya sendiri. Dengan kebebasan untuk memutuskan posisi yang dipilihnya, ibu akan lebih merasa aman.
Dibawah ini adalah manfaat pilihan posisi berdasarkan Keinginan Ibu:
Memberikan banyak manfaat
Sedikit rasa sait dan ketidaknyamanan
Kala 2 persalinan menjadi lebih pendek
Laserasi perineum lebih sedikit
Lebih membantu meneran
Nilai agar lebih baik

5. Seorang perempuan, 40 tahun, G6P5A0, usia kehamilan 39 minggu, dalam kala III persalinan di BPM. Riwayat kala II persalinan sangat cepat. Saat bayi diletakkan di abdomen, tampak darah keluar tiba-tiba dari vulva. Hasil pemeriksaan: tidak ada janin kedua, Kontraksi kuat. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
A. Memeriksa apakah ada bayi kedua
B. Suntik oksitosin 10 IU secara IM
C. Cepat mengeringkan bayi
D. Melahirkan plasenta
E. Memotong tali pusat

Jawaban:
Suntik oksitosin 10 'IU secara 1M
Pembahasan :
Syarat pennyuntikan oksitosin pada manajemen aktif kala III adalah setelah janin dilahirkan dan dipastikan tidak ada janin kedua

6. NY. N umur 28 tahun, hamil 32 minggu, datang ke Poskesdes untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: sering BAK sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88 / menit, P 20 x/menit; S 36,6°C, TFU 30 cm, DJJ 148 menit, presentasi kepala
Penyebab apakah yang paling tepat pada kasus teisebut?
A. Kandung kemih tertekan oleh kepala janin
B. Peningkatan natrium dan garam pada tubuh ibu hamil
C. Uterus yang muali membesar menekan kandung kemih
D. Ibu sering minum air putih
E. Letak kandung kencing berdekatan dengan uterus

Jawaban:
A. Kandung kemih tertekan oleh penurünan kepala janin
Pembahasan:
Fisiologis kehamilan trisemester III adalah terjadi penurunan bagian bawah janin (kepala) yang akan menekan kandung kemih sehingga kapasitas kandung kemih berkurang, jika terisi air kencing sedikit saja sudah terasa ingin berkemih.

7. NY. M, umur 26 tahun, G2P0A1 hamil 36 minggu, datang ke Poskesdes untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: Ibu memberikan ASI eksklusif pada anak pertamanya dan telah diberikan imunisasi TT pada umur kehamilan 20 minggu. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit. S 36,7°C. TFU 32 cm, presentasi kepala belum masuk PAP, Puki, DJJ 140x/menit.
Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada' kasus tersebut?
A. Diskusi persiapan laktasi
B. Memberikan suntikan tetanus toksoid ke dua
C. Informasi tanda bahaya trimester III
D. Edukasi Gizi seimbang
E. Konseling persiapan pendamping persalinan

Jawaban:
C. Informasi tanda bahaya trimester 3
Pembahasan :
Pada usia kehamilan 34 minggu seorang G2POA1 (seperti pertama karena belum pernah melahirkan) seharusnya bagian terbawah janin sudah masuk PAP pada usia kehamilan antara 34-36 minggu, sehingga perlu diberikan prioritas pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan.

8. Seorang bidan Desa bertugas melakukan pencatatan dan pelaporan melalui PWS KIA. Dalam pencatatan tersebut diketahui, data cakupan Kl bulan ini adalah 85%, data cakupan Kl bulan lalu 75%. Target Kl di wilayah tersebut adalah 60%,
Apakah kesimpulan terhadap status cakupan Kl di wilayah tersebut?
A. Meningkat
B. Kurang
C. Cukup
D. Jelek 
E. Baik

Jawaban:
Baik
Pembahasan:
Analisis grafik PWS KIA terdapat beberapa jenis:
Status baik: angka cakupan melebihi/diatas target dan angka cakupan bulan ini meningkat dibandin'gkan dengan cakupan bulan yang lalu
Status kurang: Angka cakupan melebihi target namun lebih rendah dari cakupan bulan yang lalu
Status cukup: angka cakupan meningkat dari bulan lalu namun tetap dibawah target wilayah
Status jelek: angka cakupan melebihi target wilayah dan angkanya meningkat dari bulan lalu.

9. Seorang bidan bertugas melakukan pendataan dan pelaporan hasil pelayanan yang dilakukan dan situasi kesehatan ibu dan anak melalui PWS KİA. Hasil pencatatan PWS KİA tersebut di sajikan dalam bentuk grafik untuk kebutuhan pelaporan. Saat ini bidan sedang membuat grafik tentang kunjungan nifas yang dilakukan 3x oleh tenaga kesehatan.
Apakah grafik yang akan dibuat bidan pada kasus tersebut?
A. KN2
B. KN1
C. KF
D. K4
E. K1

Jawaban
Pembahasan :
Terdapat 13 macam grafik dalam PWS KİA
1. Grafik cakupan kunjungan antenatal ke-1 (Ki)
2. Grafik cakupan kunjungan antenatal ke-4 (K4)
3. Grafik persalinan oleh Nakes (Rn)
4. Grafik kunjungan nifas (KF)
5. Grafik Resti Masyarakat
6. Grafik Komplikasi yang ditangani (PK)
7. Grafik cakupan kunjungan neonatal (KN 'l)
8. Grafik cakupan kunjungan neonatal Lengkap (KNL)
9. Grafik komplikasi Neonatus yang ditangani (NK)
10. Grafik cakupan Bayi Lengkap (KBy)
11. Grafik cakupan Pelayanan Anak balita Lengkap (KBal)
12. Grafik cakupan pelayanan anqk Bahta Sakit (BS)
13. Grafik cakupan pelayanan KB (CPR) Soal pws)

10. Seorang perempuan, 36 tahun, G4P3A0 hamil 36 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan keluar darah segar dari kemaluan. Hasil anamnesis: tidak ada mules dan nyeri, gerakan janin masih dirasakan, Hasil pemeriksaan: TD 110/ mmHg, N 84 x/menit, P 20 x/menit, TFU 30 cm, puki, presentasi kepala, belum masuk pintu atas panggul, DJJ 142x/ menit, kontraksi (-) ekstremity bawah oedema, hasil inspekulo: tampak sisa darah berwarna merah segar di dinding vagina, porsio masih menutup. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
A. Kelainan hormonal
B. Solusio plasenta
C. Plasenta previa
D. Erosi portionis 
E. Vasa previa

Jawaban:
Plasenta previa
Pembahasan
Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi di atas atau mendekati ostium serviks Interna. Faktor Predisposisi: kehamilan dengan ibu berusia lanjut, multiparitas, riwayat seksio sesarea sebelumnya, Tanda dan gejalanya dapat berupa: perdarahan tanpa nyeri, usia kehamilan >22 minggu, darah segar yang keluar sesuai dengan beratnya anemia, syok, tidak ada kontraksi uterus, bagian terendah janin tidak masuk pintu atas panggul, kondisi janin normal atau terjadi gawat janin. Penegakkan diagnosis dibantu dengan pemeriksaan USG.

11. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1 A0, usia kehamilan 38 minggu, kala I di BPM ditemani suami, dengan keluhan mulas sering. Hasil anamnesis: tidak tahan dengan sakit pinggang, minta digosok pada bagian yang sakit ini. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 MmHg, N 82 x/menit, S 36,50 C, P 20x/menit) kontraksi 3x10'/40", DJJ 132x/menit, penurunan 3/5, pembukaan 6 cm, portio tipis lunak, ketuban utuh.
Asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut ?
A. Melibatkan suami dalam manajemen pengurangan nyeri
B. Menjelaskan fisiologis persalinan
C. Memberikan kompres dingin 
D. Mengajarkan ibu bernapas 
E. Meminta ibu beristirahat

Jawaban:
Melibatkan suami dalam manajemen pengurangan nyeri
Pembahasan :
Pijatan dapat membantu meminimalkan nyeri, Manfaat pendamping (orang terdekat): keterlibatan emosi, lebih leluasa, kasih sayang Dengan adanya pendamping keluarga maka bidan sangat terbantu dalam memberikan dukungan psikologis pada ibu dan memberikan pijatan yang dapat membantu ibu lebih rileks dalam menjalani proses persalinannya.

12. Seorang perempuan, umur 25 tahun, Gl POAO, usia kehamilan 38 minggu, kala Il di BPM, dengan keluhan mulas tak tertahankan. Hasil anamnesis: perasaan ingin BAB. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,7 0C, P 18x/menit, DJJ 144x/menit, Kontraksi 4x/10'/45", kepala janin sudah tampak 5-6 cm di vulva, perineum kaku.
Langkah apakah selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
A. Mencegah terjadinya defleksi yang terlalu cepat
B. Menahan batas antara ujung vulva dan anus
C. Perlahan-lahan membantu kelhairan kepala
D. Melakukan episiotomi medio-lateral
E. Mempertahankan posisi-fleksi

Jawaban
Pembahasan :
Kata kuncinya adalah perineum ketat kemungkinan besar akan terjadi robekan:
a. Bila tidak dilakukan episiotomi, dikhawatirkan terjadi robekan yang tidak beraturan
b. Episiotomi merupakan suatu tindakan insisi pada perineum yang dimulai dari cincin vulva kebawah, menghindari anus dan muskulus spingter dimana insisi menyebabkan, terpotongnya selaput lendir vagina, cincin selaput dara, jarih- gan pada septum rektovaginal, otot-otot dan fasia pegoeum dan kulit sebelah depan periheum untuk melebarkan orifisium ( lubang muara vulva sehingga mempermudah jalan keluar bayi dan mencegah ruptur perinii totalis.
c. Episiotomi mediolatetal adalah episiotomi yang jenis sayatan yang dibuat dari garis tengah kesamping menjauhi anus yang sengaja dilakukan menjauhi otot sfingter ani untuk mencegah ruptura perinei tingkat III, dimana insisi dimulai dari ujung terbawah introitus vagina menuju ke belakang dan samping kiri atau kanan ditengah antara spina 'ischiadica dan anus.
d. Dilakukan pada ibu yang memiliki perineum pendek, pernah ruptur grade 31 dengan Panjang sayatan kira-kira 4 cm dan insisi dibuat pada sudut 45 derajat terhadap forset posterior pada satu sisi kanan atau kiri tergantung pada kebiasaan orang yang melakukannya.
e. Keuntungan dari epistomi mediolateral adalah Perluasan laserasi akan lebih kecil kemungkinannya mencapai otot sfingter ani dan rektum sehingga dapat mencegah terjadinya laserasi perineum tingkat III ataupun laserasi perineum yang lebih parah yang sampai pada rectum.

13. Ny. S umur 25 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 40 minggu, kala I di BPM, mengeluh mulas. Hasil anamnesis: sudah keluar lendir-darah. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 84 x/menit, S 36,5 0C, P 20x/mepit, kontraksi 3x10'/40", DJJ 132xmenit, penurunan 2/5, pembukaan 6 cm, portio tipis lunak, ketuban utuh, UUK kiri depan.
Kapan dilakukan pemeriksaan dalam selanjutnya pada kasus lersebut ?
A. Vulva membuka
B. 4 jam kemudian
C. Rasa ingin meneran
D. Setelah perineum menonjol 
E. Saat ketuban pecah spontan

Jawaban:
4 jam kemudian
Pembahasan :
Dibawah ini' adalah indikasi pemeriksaan dalam:
a. Bila ketuban pecah sebelum waktunya
b. Untuk mengevaluasi pembukaan cervik uteri
c. Untuk menyelesaikan persalinan atau melakukan rujukan
d. Petunjuk partograf WHO setiap 4 jam

14. Ny. R, umur 27 tahun, G2P1AO, usia kehamilan 40 minggu, kala I di BPM, dengan keluhan sering mulas. Hasil anamnesis: sudah keluar darah-lendir, kontraksi makin sering, memilih berbaring, Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 84 x/menit, S 36,5 0C, P 22x/menit, kontraksi 3x10'/140", DJJ 132x/menit, penurunan 2/5, pembukaan 7 cm, portio tipis-lunak, ketuban útuh, UUK kiri depan.
Posisi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut ?
A. Setengah duduk 
B. Miring kanan
C. Miring kiri
D. Telentang 
E. Duduk 

Jawaban:
Miring kiri
Pembahasan
Dengan posisi UUK kiri depan memfasilitasi, putar paksi dalam. Tidur miring kekiri membantu Sirkulasi darah janin tidak terhambat.Posisi ini menurut beberapa referensi akan membuat kerja jantung lebih mudah, karena berat badan bayi tidak menekan vena besar yang disebut vena cava inferior, yang bertugas membawa darah kembali lagi dari kaki ke jantung. Hal ini juga akan meningkatkan sirkulasi darah lebih cepat yang menuju ke janin, rahim, dan ginjal. Hal tersebut disebabkan karena hati kita berada disebelah kanan perut, sehingga berbaring kekiri membantu melindungi rahim.

 
15. Seorang perempuan, umur 18 tahun,GIPOAO, usia kehamilan 37 minggu, kala I di puskesmas PONED, mengeluh keluar darah dan lendir pervaginam. Hasil anamnesis: mules makin sering, Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 84 x/menit, S 36,50 C, P 20x/m , TFU 28 cm, kontraksi 3x10'/35", DJJ 144x/menit, kepala masih bisa digoyangkan. Rencana pasien dirujuk tanpa pemeriksaan dalam terlebih dahulu.
Alasan apakah yang paling tepat untuk merujuk pada kasus tersebut?
A. Penurunan kepala 5/5
B. His belum adekuat 
C. Belum inpartu
D. Masa gestasi 
E. Usia ibu

Jawaban
Penurunan kepala 5/5
Pembahasan :
A. Kepala janin belum masuk PAP pada primigravida, sedangkan usia kehamilan telah 39 minggu
B. Penurunan kepala janin pada primigravida menurut beberapa referensi turun pada minggu ke-36. Hal tersebut disebabkan oleh mengencangnya otot dinding perut hamil, sehingga menyebabkan tarikan kuat ligammentum yang menyangga Rahim, bentuk kepala janin sesuai dengan pintu atas panggul, gaya berat kepala janin dan terjadinya kontraksi Braxton Hicks
C. Pada primigravida & ketika janin belum memasuki pintu atas panggul pada usia kehamilan 36 minggu maka perlu dicurigai adanya: (1) Kepala lebih besar dari panggul ibu (2) Berat bayi yang melebihi 4 kg (3) Rongga panggul ibu sempit (4) Bayi terlilit tali plasenta atau tumor yang menutupi rongga panggul ibu (5) Plasenta previa (6), Dan kemungkinan kondisi lainnya.
 

Post a Comment for "Soal Latihan CPNS Bidan Tentang Kasus Beserta Pembahasannya"